Sabtu, 28 September 2013

  TULISAN b.Indonesia
  PENALARAN DEDUKATIF

Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera yang menghasilkan sejumlah konsep ,kesimpulan dan pengertian. 

Penalaran deduktif adalah suatu penalaran yang berpangkal pada suatu peristiwa umum, yang kebenarannya telah diketahui atau diyakini, dan berakhir pada suatu kesimpulan atau pengetahuan baru yang bersifat lebih khusus. Metode ini diawali dari pebentukan teori, hipotesis, definisi operasional, instrumen dan operasionalisasi.

Penalaran deduktif  di bagi menjadi 2 bagian yaitu:
1.      Menarik kesimpulan secara langsung
2.      Menarik kesimpulan secara tidak langsung

v  Pengertian dan Contoh–contoh penalaran secara langsung:
kesimpulan secara langsung adalah penarikan simpulan yang ditarik dari satu premis. Premis yaitu prosisi tempat menarik simpulan.
Contoh:
1.  Semua S adalah P. (premis)
     Sebagian P adalah S. (simpulan)
 Contoh: Semua kura-kura hidup di air. (premis)
               Sebagian kura-kura hidup di air. (simpulan)

2.   Semua S adalah P. (premis)
      Tidak satu pun S adalah tak-P. (simpulan)
 Contoh: Semua Bom adalah berbahaya. (premis)
               Tidak satu pun Bom adalah tidak berbahaya. (simpulan)

3.   Tidak satu pun S adalah P. (premis)
      Semua S adalah tak-P. (simpulan)
  Contoh: Tidak seekor pun kucing adalah Hrimau. (premis)
               Semua kucing adalah bukan Harimau. (simpulan)

4.   Semua S adalah P. (premis)
      Tidak satu-pun S adalah tak P. (simpulan)
      Tidak satu-pun tak P adalah S. (simpulan)
  Contoh: Semua singa adalah berbulu. (premis)
               Tidak satu pun singa adalah takberbulu. (simpulan)
               Tidak satupun yang takberbulu adalah singa. (simpulan)

v  Penertian dan contoh-contoh penalaran secara tidak langsung:
Untuk penarikan simpulan secara tidak langsung diperlukan dua premis sebagai data. Dari dua premis tersebut akan menghasilkan sebuah simpulan. Premis yang pertama adalah premis yang bersifat umum dan premis yang kedua adalah premis yang bersifat khusus.
Jenis penalaran deduksi dengan penarikan simpulan tidak langsung, yaitu:
1.      Silogisme kategorial
Silogisme kategorial adalah penarikan simpulan dari deduktif tidak langsung dimana terdapat dua premis ( dasar penarikan simpulan ) sekaligus. Silogisme Kategorial adalah silogisme yang disusun dari premis dan konklusi. Premis yang menunjukkan predikat adalah premis mayor.
Contoh
a. Bagi siswa yang melanggar peraturan sekolah harus dihukum. ( Premis Mayor)
b. Yani adalah siswa yang melanggar peraturan sekolah. ( Premis Minor )
c. Yani  harus dihukum. (  Konklusi )

2.      Silogisme
Silogisme adalah suatu proses penarikan kesimpulan secara deduktif. Silogisme disusun dari dua proposi (pernyataan) dan sebuah konklusi (kesimpulan). 
Contoh:
Semua manusia akan mati
Ani adalah manusia
Jadi, Ani akan mati. (simpulan)
        
3.      Entimen
Entimen adalah penalaran deduksi secara tidak langsung, Dan dapat dikatakan silogisme premisnya dihilangkan atau tidak diucapkan karena sudah sama-sama diketahui.
Contoh:
a.   Rara menerima hadiah pertama karena dia telah mendapatkan juara 1 dikelas.
b.  Rara telah mendapatkan juara 1 dikelas, karena itu Rara berhak menerima hadiahnya.

4.      Salah nalar
Salah nalar merupakan Gagasan, pikiran, kepercayaan, atau simpulan yang salah, keliru, atau cacat.
Contoh:
Rani, seorang alumni Gunadarma Serelo Lahat, dapat menyelesaikan tugasnya dengan baik. Oleh sebab itu, Rani seorang alumni Gunadarma Serelo Lahat, tentu dapat menyelesaikan tugasnya dengan baik.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar